Kenal Hidroterapi, Sangat mungkin Pasien Stroke Dapat Berjalan Kembali

Stroke jadi pemicu kematian paling tinggi di Indonesia. Berdasar data Riskesdas 2018, pasien stroke di Indonesia sampai 10,9 %. Sekitar 65 % dari pasien stroke disebutkan alami kecacatan.Salah satunya kecacatan yang banyak dirasakan oleh pasien stroke ialah lumpuh.



Bila telah ini, beberapa jenis therapy harus diikuti untuk ambil peluang dapat berjalan kembali.Tidak hanya memakai therapy robotik, therapy lain yang buka kesempatan potensi berjalan pada pasien stroke ialah hidroterapi.

Ini adalah therapy yang memerlukan beberapa latihan fisik dengan berendam di air hangat.

Dokter Spesialis Saraf, dr. Sukono Djojoatmodjo, Sp.S menerangkan, hidroterapi dengan berenang berlainan. Hingga persepsi warga mengenai berenang dapat menyembuhkan stroke itu salah."Ini rahabilitasi hidroterapi. Nyatanya pada media air punyai beberapa kelebihan, sebab berat tubuh kita lebih mudah 30 %. Lebih santai, enak, situasi nyaman.

Dia meneruskan, untuk pasien stroke, ada ketetapan yang perlu dipenuhi dalam lakukan hidroterapi. Dari mulai temperatur air 33 derajat Celcius, sampai segi lain yang menolong perkembangan latihan pasien."Kolam renang biasa bisa, tetapi kan tidak nyaman. Terkecuali hangat, serta itu jarang-jarang. Yang butuh dilihat tidak cuma kolam renangnya, dan juga latihannya. Latihan itu yang buat pasien semakin maju," sambungnya.

Di lain sisi, tidak semua pasien stroke dapat ikuti hidroterapi. Ini bergantung pada keadaan pasien jika dibawa masuk ke air. Salah satunya pasien yang tidak dapat ikuti hidroterapi ialah yang gampang buang air kecil di di air. Karena, kebersihan air ialah aspek terpenting yang dibutuhkan untuk lakukan hidroterapi.

"Pasti kita seleksi dahulu, jika pasien yang tidak termonitor untuk buang air besar serta buang air kecil karena itu tidak bisa lakukan hidroterapi. Kita pasti ada ketentuannya, jadi sebelum hidroterapi itu ya buang air kecil dahulu. Yang sakit kulit pun tidak kita indikasikan," tuturnya.

Untuk lakukan terapi di di air itu, pasien akan dibantu oleh fisioterapis. Beberapa perlengkapan seperti pelampung harus dipakai oleh pasien untuk melatih kesetimbangan.

"Kolam renang biasa bisa, tetapi kan tidak nyaman. Terkecuali hangat, serta itu jarang-jarang. Yang butuh dilihat tidak cuma kolam renangnya, dan juga latihannya. Latihan itu yang buat pasien semakin maju," sambungnya.

Di lain sisi, tidak semua pasien stroke dapat ikuti hidroterapi. Ini bergantung pada keadaan pasien jika dibawa masuk ke air. Salah satunya pasien yang tidak dapat ikuti hidroterapi ialah yang gampang buang air kecil di di air. Karena, kebersihan air ialah aspek terpenting yang dibutuhkan untuk lakukan hidroterapi.

"Pasti kita seleksi dahulu, jika pasien yang tidak termonitor untuk buang air besar serta buang air kecil karena itu tidak bisa lakukan hidroterapi. Kita pasti ada ketentuannya, jadi sebelum hidroterapi itu ya buang air kecil dahulu. Yang sakit kulit pun tidak kita indikasikan," tuturnya.

Untuk lakukan terapi di di air itu, pasien akan dibantu oleh fisioterapis. Beberapa perlengkapan seperti pelampung harus dipakai oleh pasien untuk melatih kesetimbangan.
Kenal Hidroterapi, Sangat mungkin Pasien Stroke Dapat Berjalan Kembali Kenal Hidroterapi, Sangat mungkin Pasien Stroke Dapat Berjalan Kembali Reviewed by duoanggrek on 14.49 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.