Garuda Curhat ke DPR Rugi Rp 5 T dalam 2 Tahun Gara-gara Tiket

Harga ticket pesawat yang mahal jadi bahasan dalam rapat Komisi V DPR RI. Pada rapat ini didatangi perwakilan maskapai. Maskapai juga membuka suara tentang penentuan harga ticket.

Direktur Niaga PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Pikri Ilham menjelaskan, Garuda sekarang dalam keadaan yang berat. Pada tahun 2017, Garuda rugi Rp 3 triliun. Lalu, Januari sampai September 2018 rugi Rp 1,6 triliun.



"Jadi dalam dua tahun hampir rugi Rp 5 triliun," tuturnya dalam rapat di Komisi V DPR RI.

Ia menerangkan, susunan ongkos yang diaplikasikan Garuda tidak dapat dijamin pada harga ticket yang seperti dahulu. Dengan demikian, Garuda harus cari langkah supaya kerugian ini menyusut.

"Memang susunan ongkos tidak dapat di-cover pada harga yang dibuang pasar tempo hari. Hingga harus cari jalan supaya kerugian ini sedikitnya menyusut," katanya.

"Itu sebagai basic penentuan ini. Bagaimana tutup, supaya tak perlu untung sebutkan, cuma Rp 1 cuma BEP (break even poin). Jika kita lihat penemuan BPK neraca keuangan kita memang dipandang BPK jika kita jual harga tidak cocok HPP (harga inti penjualan), ini yang kita pelajari serta kita kerjakan rekonsilasi harga jual kita," tuturnya.

Sesaat, Managing Director of Lion Air Grup Daniel Putut mengatakan, elemen harga ticket tidak cuma biaya batas tetapi ada pajak, asuransi, serta airport tax.

"Jika contoh Lapangan terbang Soekarno Hatta Terminal 2 domestik, kalau ticket kami Rp 800 ribu, PPN Rp 80 ribu, IWJR lebih PSC Rp 85 ribu hingga keseluruhan Rp 970 ribu," katanya.

Simak juga: Ticket Pesawat Mahal, Agen Travel: Jakarta-Medan Dahulu Rp 600.000-an

Ia katakan, beban Lion Air bertambah khususnya semenjak nilai dolar AS kuat mulai tahun 2013. Ditambah lagi, ongkos elemen Lion Air beberapa memakai mata uang asing.

"Memang asal mula semenjak 2013 dolar AS angka tidak save buat industri, save margin di Rp 11.000, semenjak 2013 (dolar AS) Rp 13.000, Rp 14.000, Rp 15.000. Semua elemen biaya yang memakai mata uang asing masih 50%, tertinggi di pesawatnya sendiri," terangnya.

"Kami punyai elemen berlainan lessor, penyewa pesawat kami dari 314 pesawat yang kami punya lessor beda-beda serta harga beda-beda serta itu memakai dolar," katanya.
Garuda Curhat ke DPR Rugi Rp 5 T dalam 2 Tahun Gara-gara Tiket Garuda Curhat ke DPR Rugi Rp 5 T dalam 2 Tahun Gara-gara Tiket Reviewed by duoanggrek on 02.06 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.